Tuesday, February 4, 2014

Hai!

Hai @dennyed!

Maaf, surat ini baru bisa ku kirim lewat dari batas waktu pengiriman. 

Sebenarnya sudah dari kemarin malam ingin menuliskan surat untukmu supaya pagi-pagi bisa ku titip. 

Tapi rupanya semalam aku terlalu lelah hingga tertidur saat memikirkan isi surat untukmu. 
Hari ini seharian disibukkan dengan pekerjaan. 
Maaf ya…

(Ini sih pembukanya kayaknya lebih untuk pak pos nya ya ;p)

Untuk selebtwit favoritku: @dennyed

Entah bagaimana harus memanggilmu. Takut kurang berkenan. 
Jadi kuputuskan menyebut nama akun twitter mu saja ya biar aman. 
Hehehe…

Aku sudah tak ingat tweet mana yang membuatku meng-klik tombol ‘follow’ di profile mu. 
Yang ku tahu sejak saat itu aku sangat menikmati isi tweet mu. 
Juga menantikan tulisan baru di blog mu. 
Aku suka bagaimana kamu menggunakan kata-kata dan merangkainya. 
Cerdas.

Membuatku sedikit iri. 
Aku suka kata-kata, tapi tak pandai merangkainya. Aku iri.

Aku suka tulisanmu ‘Jangan Ada Jarak Sebelum Titik’ http://dennyed.tumblr.com/post/41262843455/jangan-ada-jarak-sebelum-titik
My favorite one 😘.

Kubaca beberapa surat untukmu hari ini. Waow, banyak juga penggemarmu ya. 😄

Mungkin suratku takkan sebaik mereka tapi tak apalah.

Ini bukan soal isi. 
Ini ungkapan rasa.

Setidaknya sekali saja aku tak memendam rasa pada seseorang.

Tak pandai juga aku berkias.

Hanya ini yang aku bisa.

Aku suka padamu @dennyed. 
Suka pada isi tweet mu. 
Suka pada tulisan-tulisanmu.

Cerdas. 😘

Terima kasih @dennyed sudah menyempatkan membaca surat ini.

Semoga tata bahasa dalam surat ini tak banyak yang salah ya. Haha…

Ngomong-ngomong, enaknya manggil kamu apa nih?

— Penggemar (yang tak) Rahasia

No comments:

Post a Comment