Jadi begini,
Awal main Path excited karena mirip diary digital dengan fungsi menu yang tjakep. Tapi... Kayaknya cuma gue doang yang nganggep begitu.
Mulai dari yang nge'with' direct convo ke temennya di public moment yang harusnya (kalo menurut gue) bisa dilakukan di menu message-nya atau Path Talk or at least 'private with...' kek. #doh
Harusnya kan ya temen-temen deket yang bener-bener dikenal yang temenan. Karena ini kan awal konsepnya Personal socmed, bukan ya?
Suka gregetan saya sama yang begini. Bukannya gue juga ngerasa paling bener ngegunain nih aplikasi. But, at least I try to be honest here. Show you who I am. What I've been doing. What I like to do. I try to be honest sharing my moments here.
Yaa, akhirnya yang sering kepake sih curcol melalui 'listening', he he he...
Postingan listening gue kadang kode kadang emang beneran bahas lagunya.
If only, you can see that.
If only, you can understand that I'm talking to you guys through the songs I listened.
Yes. I am aware that not everyone could understand what I trying to say dengan posting 'listening' itu. But, that is just the way I express my self.
"Kan gak semua orang kayak lo, Sen." terkait penggunaan Path in proper.
Iya sih, ngerti dan gak maksain kok. It's yours. Terserah mau gimana gunainnya. None of my bussiness anyway.
Gue cuma mengutarakan apa yang ada dalam pikiran gue dan hanya mencoba mengungkapkan pendapat gue. Honestly.
Unfortunately, I don't have the guts to say it directly. Yeah, loser, I know.
"Ini juga postingan kan bisa aja lo private?"
Iya bisa. But, I hate that gembok icon. Gue males banget nge-private.
Nah, ini kemudian menjadi masalah gue: gak mau private tapi gak mau publish amat. Sebenernya sih gue gak keberatan untuk publish ya. Cuma aja gue males diliatin (seen by). 😅
And this long thought will bored you. Ha ha ha...
Sorry for that. 😝