"Usahakan jika melakukan sesuatu bukan karena orang lain. Lakukan apa yang ingin dilakukan dan seharusnya dilakukan. Dari hati. Diri sendiri."
— @nthatia
Jangan resign karena atasan atau rekan kerja (unsur orang) yang kurang/tidak cocok. Prinsip.
Soalnya pribadi/karakter kayak atasan/rekan kerja yg gak cocok sama pribadi diri bakal ditemuin lagi di luar sana.
Trus kalo ketemu atasan/rekan kerja yg gak cocok lagi, resign lagi?? Capek deh, hilang deh tujuan karir. Eh, punya tujuan kan?
Tetep mau resign? Cari cause lain selain unsur orang. Mis: Masalah kesejahteraan dan fasilitas. Yang ada hubungannya dengan peningkatan nilai diri.
Empat tweet terakhir tadi berdasarkan pengalaman pribadi aja sih. Pengalaman pertama dan satu-satunya sampai saat ini.
Pengalaman Resign
Saya telah bekerja di tiga tempat:
• Tempat kerja pertama sekedar tempat singgah pembuktian diri dan pemenuhan harapan orangtua semata. Sayangnya tidak dijalani maksimal alias setengah hati. Jadilah yang pekerjaan pertama sebagai Direct Sales saya keluar dari pekerjaan dengan sengaja men-'terminate' diri alias sengaja tidak achieve selama tiga bulan berturut-turut.
Memang segala sesuatu yang dikerjakan tidak dengan hati (baca: kemauan) gak akan ada hasilnya. Buang-buang waktu.
• Tempat kerja kedua cari sendiri, pilih sendiri, ya udah pasti jalanin sendiri. Nyarinya ya sedapetnya (sesuai kemauan sih) yang penting kerja dulu. Disini baru ngerasain kerja beneran. Belakang meja sebagai Admin Asuransi di perusahaan Finance.
Kantor dekat rumah pula sebelum akhirnya kantor pindah ke tempat yang lumanyun jauh. Hehehe....
Sempat mau resign karena lokasi kantor yang jauh. Yang artinya cost nambah. Gaji segitu-gitu aja. Gak ada kompensasi. Tapi kemudian mikir lagi. Waktu itu setting-an karir pengen jadi Auditor, kerjaannya kan pindah-pindah lokasi kalo lagi ng-audit. Masa gara-gara lokasi saya pindah kerja, nanti kalo jadi Auditor gimana? Akhirnya gak jadi resign.
Resign karena bos sama rekan kerja yang gak asik? Saya rasa itu biasa di dunia kerja. Pastilah ada karakter-karakter unik di lingkungan kerja. Semua tergantung masing-masing pribadi nyikapin setiap individu yang berbeda karakter.
Sebelum saya terjun ke dunia kerja, Ayah dan Kakak saya sudah membekali saya dengan karakter-karakter orang dalam dunia kerja yang mungkin akan saya temui. Dari bekal inilah saya punya prinsip: Jika saya memutuskan untuk resign, alasannya tidak boleh karena unsur orang. Jikapun ada beberapa orang yang tidak saya sukai karakternya. Saya harus selesaikan dengan diri saya sendiri. Berdamai dengan diri sendiri untuk memaafkan orang tersebut. Dan menjernihkan tujuan-tujuan saya.
Kalau saya memutuskan keluar dari pekerjaan haruslah yang ada hubungannya dengan peningkatan nilai diri. Karena diri butuh untuk berkembang dari sisi kesejahteraan/finansial, tujuan/goal, passion, aktualisasi, reward/pengakuan, dan mungkin hal-hal lain yang berhubungan dengan nilai diri.
Waktu itu sih prinsipnya: Kalo gak bisa bergerak naik (posisi/jabatan), setidaknya masih bisa bergeser ke kiri atau ke kanan (kesempatan untuk berkarya di bagian/departemen lain atau jobsesk yang berbeda).
Saya akhirnya men-setting pekerjaan, fasilitas, lokasi, lingkungan yang bagaimana yang saya ingingkan. Singkatnya: Dream Job.
Selain ada kondisi yang mendesak saya harus cepat bergerak mengenai kondisi keuangan yang juga tidak mungkin saya capai di tempat kerja kedua ini karena tidak ada dua kesempatan tersebut.
Kedua hal pertama (tidak ada ruang gerak) menjadi alasan utama saya memutuskan resign.
Dan setting-an 'Dream Job' adalah alasan tambahan untuk resign karena tidak memenuhi kriteria 'Dream Job' saya. 😁
• Tempat kerja ketiga and still on. Saya masih menggeluti sambil berusaha untuk secara berkelanjutan mempelajari dan memahami pekerjaan saya di tempat ketiga ini.
Apakah tempat ketiga is my 'Dream Job'?
Almost. I almost have everything I ever wish on my 'Dream Job' criteria di tempat ketiga ini. That's why and what make me still in the company.
I have no reason to resign. Why would I think of it?
Pastinya manusia gak ada puasnya. Revisi 'Dream Job'? Pasti. Tantangan selanjutnya adalah bersaing dan how to survive di lingkungan kerja. Ini dibahas di subject yang berbeda aja ya. 😄
Kalau mau resign juga jangan nyari-nyari alasan buat resign sih. Mau resign mah resign aja. Make sure aja itu adalah kemauan diri sendiri bukan karena pengaruh orang lain atau ada unsur orang seperti yang tadi saya maksud. Dan juga jangan sekedar ikut-ikutan.
Karena biasanya keputusan yang dibuat karena orang lain udahannya nyesel. Jangan sampai sih.
The only thing to keep in mind is: What you trully want in your life? Who you want to be? And how you gonna live it?
Itu aja sih yang mau di-sharing. Thanks yang udah baca sampe abis.
You're amazing! 😊
Cherioo!
Senttha




