Sunday, February 10, 2013

February

February to February

Februari Ayah datang, Februari Ibu pulang... 😢

Terlahir suci, kembali suci.

Masakan terakhir buatan Ibu: Mie goreng modifikasi racikan Ibu

It's hard to believe, but it happen. This is real. Rest in peace, Ibu... 😢

Ibu sudah lelah. Ibu sudah dirindukan Sang Pencipta. Ibu telah dijemput pulang. Semoga damai di rumah baru, Bu. 😢

Don't worry about us ya, Bu. InsyaAllah kami ikhlas.

Don't ask me to stop this tears. I can't... everytime I'm thinking of her. Don't thinking of her? Tell me how can I'm not thinking of you when you're not around for long long time... like... forever...

Dear friends, thank you so much for all of your condolences words. I'll try to be though.

Ibu itu identik dengan sabar. Ibu ku? Super sabar luar biasa tak terkira...!!!
Sabar banget.

Did they mention my mom?

Bolehkah aku tak bercerita berulang-ulang? Itu seperti terus menerus di-flash back. And it's...

Sunday, February 3, 2013

Dulu Aku...

Gak tau apa ini worth to save. But, I don't care. I will keep writing it down anyway.

Aku yang biasanya terlalu fokus sama apa yang di tuju kadang bagus juga utk sekarang ini. Gak kayak belakangan mulai hilang fokus. Zip!

Aku yang biasanya pasif yang bagus juga untuk saat ini. Belakangan terlalu asertif. See the word of 'terlalu', that's not good.

Kemudian sebuah lagu yang tak asing berkumandang sayup dilatar belakang: ~ Yang sedang-sedang saja. Thanks for reminds me. -_-)

Kadang rindu aku yang dulu. Yang dulu cuek. Yang dulu pasif.
Tak selamanya cuek dan pasif buruk.
Mungkin tak salah menjadi cuek dan pasif. Tapi menjadi perhatian dan asertif juga diperlukan.

Aku telah menjadi cuek. Aku pernah menjadi pasif. Aku mengenal yang dimaksud perhatian. Aku belajar menjadi asertif.

Jadi intinya: penempatan sikap pada tempatnya. Learn how to put the attitude just in place.
Rupanya ini yang belum dikuasai.
Maka, yang dibutuhkan sekarang adalah: Sikap yang tepat.

Whoala!