Hari ini ibu memanggil saya karena ada ikan yang sekarat di kolam. Dipintanya saya untuk membuangnya ke got karena dikira ikan itu sudah mati. Namun, saat saya mengeluarkan ikan sekarat itu dari kolam ikan keparat itu mengagetkan dengan gelepar tubuhnya yang padat besar berisi dan menyipratkan air kolam keruh habitatnya tak tanggung-tanggung ke wajah saya.
Asal tau, alat yang kami gunakan bukan saringan ikan tapi saringan santan. Maaf, Ayah, kami tak menemukan saringan ikan kita.
Atas saran Ibu, karena mengetahui ikan tadi masih hidup walau sekarat karena tubuhnya yang sudah oleng. Dipindahkannya ikan tadi ke ember besar dengan air lebih bersih. Let's hope the fish will get better by tomorrow. Pray for the fish.
Kejadian ikan yang sekarat tadi membuat sadar akan kehadiranmu, Ayah.
Maaf jika saat Ayah kembali ke rumah dapati keadaan rumah yang 'berbeda', sedikit tak terurus karena hanya ada Ibu sepanjang hari mengurus semua.
Maaf jika Ayah dapati kolam ikan berair keruh, mungkin sudah tak ada ikannya lagi karena mereka semua mati tak terurus.
Yang sudah terjadi adalah sangkar burung yang tak lagi berkicau. Parkit kuning penghuninya sudah tiada pun tak terurus.
Tapi tenang, Ayah, tanaman-tanamanmu masih kami sirami, hal paling mudah dilakukan karena hanya perlu buka keran dan bermain selang :D
Sepertinya rumah ini sangat mengandalkan kehadiranmu. Segala hal yang ada dirumah ini membutuhkan keberadaanmu.
2012, cepatlah datang! Bawa kembali Ayah kami.
Ayah, hingga saatnya tiba kami menunggumu di rumah ini. Rumah kita. :')
Terbayang rasanya saat Ayah kembali kolam ikan akan penuh dengan ikan Koi atau Emas, atau hanya sekedar Koki, mungkin juga jenis lain yang tak saya kenali. Berbagai ukuran dan warna. Air kembali jernih, pancuran mengalirkan gelembung-gelembung udara untuk oksigen agar ikan-ikan dalam kolam terjaga keberlangsungan hidupnya.
Sangkar-sangkar burung kembali berpenghuni walau hanya sekedar Parkit.
Tanaman-tanaman basah habis disiram terlihat hijau dan segar.
Bisa saya rasakan asri kembali rumah kita. Angin sejuk mengembus ke seluruh ruangan.
Dapat saya lihat karena rasa lelah setelah mengurus rumah, Ayah duduk di sudut meja makan favorit. Memandangi Parkit dalam sangkar sambil melamun. Mungkin jika lelah sekali Ayah akan beranjak menuju kamar dan merebahkan badan dan kaki-kaki tuanya.
Ayah, saya rindu suara lantangmu, nasihat-nasihatmu, juga candaanmu. Rindu menghabiskan waktu sebelum tidur bicara denganmu tentang apa saja.
I just hoping, that you're doing fine. Hope the people there treat you good. Hope you eat well. Hope you healthy.
— Anakmu
Pray:
Dear Rabb,
Please take care of my father when he far from us, from his family. Protect him from all the bad and bless him with all the good. Bless him with health. Give him a strength to through Your test. Forgive all of his sins. Amiin ya Rabbal al Amiin.
No comments:
Post a Comment